Beberapa solusi banjir yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat


Bencana banjir dan longsor di Bengkulu pada tanggal 27 april 2019 merupakan bencana alam terburuk di Bengkulu dalam belasan tahun terakhir. Bencana alam ini menyebabkan 29 orang meninggal, 13 lainnya hilang akibat banjir yang disusul longsor, sekitar 13 ribu warga Bengkulu terdampak banjir, dan sebanyak 12 ribu orang di antaranya terpaksa mengungsi.

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya bencana alam banjir dan longsor, antara lain 
1. pembukaan pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit di beberapa titik, 
2. kerusakan lingkungan di sekitar sungai,
3. Degradasi hutan, kerusakan lahan, degradasi daerah aliran sungai tinggi yang memperburuk dampak hujan besar
4. curah hujan tinggi. 
5. Daerah resapan dan penampungan air berubah fungsi menjadi pemukiman
6. Pembuangan sampah Sembarangan 
7. Sistem drainase dan penataan kota yang buruk
8. Menebang pohon dan gundulnya hutan-hutan sehingga hilangnya daerah resapan air

Dari berbagai hal yang menyebabkan banjir dan longsor ini, pemerintah hendaknya segera mengatasi untuk tidak terjadi bencana alam ini lagi. Namun, tidak hanya pemerintah, masyarakat bahkan kita semua hendaknya untuk dapat menjaga lingkungan. Tentu, untuk mengembalikan kondisi dahulu sebelum banjir sangat sulit. Beberapa solusi untuk menangani banjir antara lain :

1. Pemerintah melakukan tindakan dengan mengembalikan daerah yang dulunya resapan air dan secara sepihak digunakan untuk pemukiman. Pemerintah harus segera ambil kebijakan, mengevaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah. Rencana Tata Ruang Wilayah tersebut menjadi dasar sistem tata kota dan pengambilan kebijakan, seperti pengambilan kebijakan soal perubahan lahan.

2. Pemerintah hendaknya mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bermasalah, karena hanya akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

3. Merehabilitasi pohon dengan cara melakukan penanaman pohon atau Reboisasi hutan-hutan yang telah gundul. Upaya ini dilakukan dikarenakan jika hutan di hulu rusak maka inilah yang menjadi penyebab banjir.

4. Melakukan internalisasi Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (RPDAST) dan Program Rehabilitasi Lahan di hulu serta tengah daerah aliran sungai (DAS), terutama kawasan hutan ke dalam indikasi program pada tata ruang

5. Pemerintah daerah mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, selain itu pemerintah juga dapat melakukan pemetaan luasan daerah yang terkena banjir.

6. Memperbaiki sistem drainase dan tata kota. Dengan memperbaiki sistem drainase maka akan melancarkan air mengalir 

7. Membuat waduk buatan yang bisa menampung air hujan

Solusi tersebut dapat dijalankan apabila pemerintah dan juga masyarakat bersungguh-sungguh untuk menjadikan Bengkulu sebagai provinsi yang bebas banjir.

0 Response to "Beberapa solusi banjir yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel