Apakah Kamu Sudah Tidur? (Cerita Hikmah)


Cerita ini cukup masyur terjadi antara Imam Hasan al - Banna dengan murid nya, Umar at-Tilmisany. Ceritanya dikisahkan langsung oleh Umar at-Tilmisany. Seusai acara muktamar para aktivis dakwah yang melelahkan di provinsi Daqhaliyah, Imam Hasan al-Banna dan Umar at-Tilmisany beristirahat dimalam hari dikamar yang sama.

Imam Hasan al-Banna berbaring dibilik ranjangnya, begitu juga Umar at-Tilmisany berbaring dibalik ranjangnya sendirinya. Suasana hening. Sampai kemudian suara Imam Hasan al-Banna memecah sunyi

"Apakah engkau sudah tidur, wahai Umar?" Tanya sang Imam. 

Memang aktivis sepanjang hari ini cukup melelahkan sehingga mestinya diwaktu istirahat semua segera beranjak tidur. Tapi Umar at-Tilmisany belum tertidur ketika ditanya oleh Imam Hasan al-Banna.

"Belum, wahai imam", jawab Umar.

Hening lagi. Waktu berlalu dalam diam. Sampai kemudian terdengar lagi pertanyaan dari Imam Hasan al-Banna memecah hening.

"Apakah engkau sudah tidur, wahai Umar?" tanya sang Imam. Rupanya Umar at-Tilmisany belum tertidur jua.

"Belum, wahai Iamm," jawab Umar.

Hening lagi. Waktu berlalu dalam diam. dan diam diam Umar at-Tilmisany berniat, jika nanti malam Imam Hasab al-Banna bertanya lagi dan dirinya belum tidur, ia akan diam saja. Ia khawatir akan membuat Imam Hasan al-Banna tak bisa beristirahat.

Dan benar saja  Tak lama kemudian suara Imam Hasan al-Banna  memecah sunyi.

"Apakah engkau sudah tidur, wahai Umar?" Tanya sang Imam.

Kali ini Umar at-Tilmisany diam saja. Ia khawatir, jawabannya akan membuat Imam Hasan al-Banna tak bisa beristirahat. Karena Umar at-Tilmisany sudah tidak menjawab, Imam Hasan al-Banna mengira bahwa Umar at-Tilmisany sudah tidur. Lalu apa yang beliau lakukan?

Imam Hasan al-Banna segera bangkit dari pembaringannya. Ia menuju ke tempat wudhu. Kemudian ia menuju kesudut kamar dan melakukan shalat malam.

Hikmah :
Apa yang dilakukan oleh Imam Hasan al-Banna adalah ajaran tentang keikhlasan dan ukhuwah. Beliau tidak ingin amalnya dilihat oleh orang lain. Ia tidak menunaikan shalat malam, sebelum memastikan bahwa Umar at-Tilmisany, sahabatnya, sudah tidur. Ia tidak ingin ada unsur riya' mencampuri amalnya. Disisi lain, beliau juga tidak ingin aktivitas ibadah pribadinya menganggu istirahat saudaranya. Ia ingin saudaranya beristirahat dengan tenang dan nyaman.

Sumber : Mahmud, M As'ad Lc. 2015. Wajib untuk dibaca. Surakarta : Al-Quds.

1 Response to "Apakah Kamu Sudah Tidur? (Cerita Hikmah)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel