Kisah Dakwah Ustad Fadlan Garamatan Ketika Kuliah di Makassar

Ustad Fadlan Mengisi Kajian Spesial Di Masjid Al-Mukhlisin Bengkulu 

Ustad Fadlan kuliah di Fakultas Ekonomi di salah satu perguruan tinggi di Makassar. Ketika ustad Fadlan ke kampus dan masuk keruangan, Ustad Fadlan melihat teman temannya yang gagah, ganteng, cantik. Ustad Fadlan merasakan bahwa dia tidak seperti mereka dan menganggap dirinya mengotori ruangan tersebut. Ustad Fadlan duduk didepan bagian tengah. Teman-temannya diruangan tersebut berdiskusi supaya Ustad Fadlan segera diusir dari ruangan itu. Ketua kelas tersebut menghadap dosen mata kuliah agama Islam agar Ustad Fadlan segera diusir dari ruangan tersebut. 

Ustad Fadlan tetap duduk manis di depan bagian tengah. Kemudian dosen mata kuliah Islam masuk kelas dan mengucapkan salam. Dosen tersebut juga mengatakan, “Yang merasa tidak beragama Islam, silahkan keluar karena hari ini adalah mata kuliah agama Islam”.

Namun, Ustad Fadlan tidak mungkin keluar karena Ustad Fadlan adalah muslim. Tiba-tiba dosen tersebut mendekati Ustad Fadlan,

Dosen : Keluar! Kamu kan orang Irian kan? Silahkan keluar! Hari ini mata kuliah agama Islam.
Ustad Fadlan : Mohon maaf Pak, sebelum saya keluar dari ruangan ini, saya ingin mengajukan 3 pertanyaan. Apakah agama Islam itu hanya untuk orang Arab, Bugis, Makassar saja. Ataukah agama Islam itu rahmat untuk seluruh alam semesta? Pertanyaan kedua, siapakah sahabat nabi rambutnya keriting, badannya hitam kering, suaranya merdu? Dan yang ketiga saya minta tolong Pak Dosen bawakan Al Quran, kelilingkan dalam ruangan ini, saya ingin mendengar teman yang cantik dan ganteng ini membaca Al Quran. 

Pertanyaan pertama dan kedua tidak di jawab dosen tersebut. Kemudian pertanyaan ketiga tersebut dilaksanakan. Al Quran dibacakan mulai dari yang paling belakang, sampai di Ustad Fadlan dilewatkan. Ustad Fadlan tidak diberikan kesempatan membaca Al Quran. Ustad Fadlan berbicara dalam hati , “ Belum yakin juga Pak Dosen sama saya”. 

Setelah selesai giliran membaca ayat pada urutan ke 45 dan ke 46 urutan terakhir, Ustad Fadlan berdiri dan merampas Al Quran. Ustad Fadlan membaca ayat berikutnya dengan membuka halaman Al Quran secara acak. Surat yang dibuka ustad Fadlan saat itu adalah surat Al- Hasyr tentang pengusiran. Subhanallah, surat yang diberikan Allah kepada ustad Fadlan seperti yang sedang terjadi kepada ustad Fadlan saat itu. Tiga ayat Al Quran tersebut selesai dibaca ustad Fadlan. Dosen mengatakan bahwa dari 47 mahasiswa yang membaca Al Quran tadi, hanya 7 orang saja yang bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar. Salah satu dari ke tujuh orang tersebut diantaranya adalah  pemilik kulit hitam, rambut seperti pohon beringin yaitu Fadlan. Dengan penjelasan dosen tersebut, Ustad Fadlan mengucap syukur Alhamdulillah, dan Ustad Fadlan memberanikan diri maju ke depan kelas, dan bertanya kepada dosen 

Ustad Fadlan : Apakah masih ada sisa waktu mata kuliah agama Islam?
Dosen : Masih ada
Ustad Fadlan : Izinkan saya ceramah diruangan ini.

Lalu Ustad Fadlan berdiri dan mulai ceramah diruangan kelas.

“Al Quran itu adalah sesuatu yang sempurna dari Allah Subhawataalah dijadikan mukjizat kepada Rasul Nabi Muhammad SAW dengan tujuan utama mencerdaskan penduduk bumi agar orang-orang  dibumi bisa membedakan mana yang halal mana yang haram, dan yang kedua mencerahkan penduduk bumi untuk membedakan mana yang haq dan mana yang batil.”

Ustad Fadlan ceramah 1 setengah jam. Dosen mengatakan, “ Alhamdulillah, mata kuliah agama Islam hari ini sudah diajarkan dosen kita dari Irian. Untuk itu, Fadlan hari ini Anda tidak perlu lagi mengikuti mata kuliah agama Islam, Anda sudah lulus dengan nilai A”.

Dosen tidak salah, mahasiswa tidak salah, masyarakat disekitar kos Ustad Fadlan pun juga tidak salah karena sebelumnya sudah terlanjur mendengarkan opini di tanah air Indonesia bahwa orang Irian pasti bukan orang Islam, identik dengan koteka, dan peperangan suku. Padahal dalam catatan sejarah agama agama yang ada didunia, agama yang pertama di Irian adalah agama Islam.

Darimana agama Islam itu?

Sultan Malikul Saleh dari Pasai melakukan perjalanan dakwah dari Malaysia, Brunei, kemudian ke Fak Fak pada tanggal 17 Juli 1214 Masehi. Sampai disana mereka berdakwah, dan dari dakwah mereka itulah Islam tumbuh. Datang Sultan Hasanudin memutus  para dai dan menikah dengan anak anak para suku lalu mereka mengembangkan dakwah sehingga hari ini kabupaten yang mayoritas Muslim di Irian adalah kabupaten Fak Fak. Dimana 99% muslim, hitam, keriting, muslim.


Sumber : Kisah ini diceritakan langsung dari Ustad Fadlan Garamatan ketika mengisi kajian spesial di Masjid Al-Mukhlisin, Nusa Indah Bengkulu pada tanggal 19 Januari 2019, Pukul 04.30- selesai.

0 Response to "Kisah Dakwah Ustad Fadlan Garamatan Ketika Kuliah di Makassar "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel