Pengalaman Naik Berbagai Transportasi Umum

Saya paling suka melakukan hal hal baru dan mencoba sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Ketika saya merantau ke Pulau Jawa, banyak hal yang ingin saya coba. Nah, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika saya menggunakan angkutan umum atau transportasi umum,baik darat, laut dan udara. 

1. Pesawat Terbang
Saya menggunakan transportasi udara yaitu pesawat terbang dari bengkulu ke Semarang. Pada awalnya, melalui pesawat lah transportasi paling cepat sampai ke Semarang walaupun saya harus transit terlebih dahulu di bandara Soekarno Hatta selama 3-4 jam. Namun, jika dibandingkan naik bus, perjalanan dari Bengkulu ke Semarang bisa mengabiskan waktu sampai 3 hari. 

2.Kereta Api
Selain pesawat, saya juga pernah mencoba transportasi umum lainnya yaitu kereta api. Saya merasakan naik kereta api, ketika saya di Pulau Jawa. Di Bengkulu tidak ada kereta api, makanya saya ingin sekali mencoba bepergian dengan kereta api. 

Saya menggunakan kereta api pertama kali ketika saya ke Yogyakarta. Memang dari Stasiun Tawang ke stasiun di Yogyakarta tidak ada yang langsung. Saya harus transit terlebih dahulu di stasiun balapan, Solo. Dari stasiun Tawang Semarang saya hanya mengeluarkan biaya 10 ribu rupiah. Wow fantastis, harga yang sangat murah. Ya walaupun saya menggunakan kereta api ekonomi. Ups jangan salah loh ya, meskipun dengan kereta api ekonomi, namun saya merasa cukup nyaman selama saya berada dikereta api. Selain itu, bersih juga. 

Setibanya di stasiun balapan, saya membeli tiket lagi yang menuju stasiun Yogyakarta. Harga tiketnya sekitar 9 ribu rupiah. Jadi total saya menghabiskan biaya dari Semarang ke Yogyakarta dengan kereta api tidak lebih dari 20 ribu rupiah. Dengan harga segitu, saya sudah bisa ke Yogyakarta. 

Saya bepergian dengan kereta api tidak hanya ke Jogja, saya juga pernah naik kereta api ketika saya ke Jakarta. Saya ingin pulang ke Bengkulu. Waktu itu, akhir tahun. Harga tiket pesawat terbang mahal sekali. Harga nya hampir 2 kali lipat dari harga biasanya. Jadi saya memutuskan menggunakan kereta api dari stasiun Poncol Semarang ke stasiun Pasar Senen Jakarta. Harganya murah yaitu 125 ribu rupiah. Saya juga menggunakan kereta api yang ekonomi saja. Untuk waktu perjalanan yang dihabiskan adalah sekitar 7-8 jam. 

3. Grab, Gocar, Bajaj, Busway, Kopaja
Sampai di Jakarta, saya bermalam terlebih dahulu di kosan sepupu saya daerah Grogol. Selama 3 hari saya di Jakarta. Saya memang sengaja berlibur terlebih dahulu di Kota Metropolitan sebelum melakukan perjalanan selanjutnya ke Bengkulu. Saya ditemani teman saya selama keliling keliling di sana, dari mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, Monas, Kota Tua,dan Mall Atrium. 

Dalam perjalanan 3 hari di Jakarta, saya hanya mengandalkan angkutan umum. Saya melakukan perjalanan dimulai dengan menggunakan Grab. Selain itu juga menggunakan gocar.Ya so far, naik grab dan gocar nyaman.  

Saya juga naik bajaj ketempat wisata yang ada di Jakarta. Kalo gak salah mau ke Monas. Mengapa saya dan teman saya naik bajaj? Karena waktu itu jalanan jakarta sangat macet, jadwalnya orang pulang kerja. Makanya saya dan teman saya memutuskan untuk naik bajaj.  
Bajaj
Anda tau apa itu bajaj? Bajaj adalah kendaraan bermotor yang berasal dari negara india, mempunyai roda tiga buah, digunakan untuk  transportasi umum dan banyak ditemui di kota-kota besar, seperti Jakarta. Bajaj memiliki roda sebanyak tiga buah, satu roda di depan dan dua roda di belakang. Bajaj mempunyai bentuk kemudi mirip seperti kemudi sepeda motor daripada kemudi mobil. Naik bajaj lumayan ekstrim loh, supir bajaj nya ngebut banget ngemudi bajaj nya. Nyalip sana nyalip sini. Saya takut banget bakal numbur. Tapi alhamdulillah, saya baik baik saja dan nyampai tujuan dengan selamat. 

Di Jakarta, saya juga pernah menggunakan transportasi umum Busway. Namun, saya kurang suka menggunakan busway karena saya harus berjalan dari satu halte ke halte berikutnya untuk menggunakan busway dengan rute sesuai tujuan saya berikutnya. Mungkin ada yang pengen tau gimana cara naik busway Jakarta. Baiklah saya akan menjelaskan cara naik busway di Jakarta. 

Pertama, pergi menuju halte busway terdekat dari rumah

Cara naik busway pertama adalah menuju halte busway yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Nah, saya dan teman saya menuju halte busway yang terdekat dari kosan sepupu saya. 
Di Halte Busway

Kedua, Gunakan Kartu E-Money

Jika Anda naik busway, maka Anda memerlukan kartu e-money. Kartu e-money ini adalah kartu elektronik berisi jumlah saldo tertentu yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan transaksi di berbagai tempat salah satunya halte busway.  Jadi, karena saya pergi dengan teman saya, maka saya nebeng menggunakan kartu e-money milik teman saya. 

Ketiga, Pelajari Rute Transjakarta

Banyaknya halte pemberhentian, rute-rute koridor hingga jenis-jenis bus yang berbeda akan membingungkan bagi yang belum pernah menggunakan busway. Sebelum naik busway, pastikan Anda sudah mengetahui lokasi tujuan yang ingin dituju. Karena saya naik busway dengan teman saya, maka saya tidak khawatir dan kebingungan naik busway. 

Terakhir, Tap Kartu Untuk Keluar

Begitu saya dan teman saya sudah sampai halte pemberhentian dekat lokasi tujuan, saya dan teman saya harus tap kartu untuk keluar. Jangan sampai lartu e-money tersebut hilang, jika Anda kehilangan kartu tersebut maka tidak bisa keluar dari halte. Namun, jika Anda kehilangan kartu atau terjadi error ketika proses tap out, nanti akan dibantu oleh petugas halte. Itulah cara naik busway Jakarta. 

Angkutan umum lainnya yang saya gunakan ketika saya bepergian di Jakarta adalah kopaja. Saya penasaran sekali naik angkutan umum kopaja. Teman saya mengiyakan untuk naik kopaja. Namun, selama di Jakarta, angkutan umum yang paling menakutkan ketika saya naiki adalah Kopaja. 
Kopaja
Kenapa? Kopaja merupakan sebuah bus lama yang digunakan untuk dijadikan angkutan umum. Jadi, bisa dibayangkan kan kalo kopaja itu bentuknya gimana. Selain kopaja ini berupa bus yang sudah lama, supirnya juga agak ugal ugalan membawanya. Siapa yang tidak spot jantung ketika naiknya. Ditambah lagi waktu itu, supirnya sedang dimarah marahi sama istrinya karena suaminya itu menggoda cewek yang berjualan rokok. Kalian tau sendiri kan cara bicaranya orang betawi? Keras, hhahaa. Saya saja agak takut tuh. Takut kalo mereka perang didalam kopaja. Tapi alhamdulillah cuma dengar omelan dari sang ibu2 itu saja yang merupakan istri sopir kopaja. Selain itu, ketika naik kopaja, Anda juga harus hati hati, karena rawan akan copet. Namun demikian, saya akhirnya tidak penasaran lagi untuk naik kopaja dan sampe tujuan dengan selamat.

4. Bus
Nah, lanjut dari cerita saya yang diatas, saya akan melakukan perjalanan selanjutnya ke Bengkulu. Dari Jakarta ke Bengkulu saya menggunakan bus. Bus yang membawa rute ke Bengkulu adalah bus Putra Rafflesia. Bus ini udah full Ac,bersih,nyaman lah pokoknya. Harganya sekitar 300 ribuan. Saya lupa persisnya berapa karena sudah 2 tahun yang lalu. 

5. Kapal
Yup, lanjut perjalanan dari Jakarta ke Bengkulu menggunakan bus tadi, pastinya saya harus menyebrangi laut dengan kapal besar. Karena antara Bengkulu dengan Jakarta berbeda pulau yaitu pulau Jawa dan pulau Sumatera. Biaya naik kapal tersebut sudah termasuk dalam biaya bus. Jadi, saya tidak membayar kapal lagi. Perjalanan dengan kapal dari Merak ke Bangkaheuni Lampung sekitar 2 jam. Alhamdulillah saya tidak mabuk laut. Saya menikmati perjalanan ini karena baru pertama kalinya saya menyebrangi laut menggunakan kapal besar. Nah, naik kapal laut ini juga merupakan alasan saya tidak naik pesawat terbang dan memilih naik kereta api, bus dan kapal.

Itulah beberapa angkutan umum atau transportasi umum yang saya gunakan ketika saya bepergian di Pulau Jawa. Bahagia rasanya jika kita memiliki pengalaman dalam hal menggunakan angkutan umum/transportasi umum ketika bepergian.

Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan nulis serempak dari Blogger Bengkulu.


0 Response to "Pengalaman Naik Berbagai Transportasi Umum"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel